Skip to content

Glamping di Dieng: Nikmati Sunset di Atas Awan dengan Fasilitas Bintang Lima

Dieng berada di ketinggian rata-rata 2.000 mdpl, dan kondisi ini menghasilkan beberapa hal yang tidak mudah ditemukan di tempat lain di Jawa: lautan awan di pagi hari, embun beku di bulan-bulan tertentu, dan langit malam yang bersih dari polusi cahaya kota. Glamping memberi akses ke semua itu tanpa harus ribet mengurus tenda sendiri.


Yang membuat Dieng berbeda dari destinasi lain

Di musim kemarau, awan rendah hampir rutin bergulung di antara perbukitan Dieng waktu pagi — bukan sesekali, tapi hampir setiap hari. Dari area camp yang posisinya tepat, kamu bisa menyaksikannya sambil sarapan.

Yang lebih jarang diketahui orang: di bulan Juli–Agustus, suhu malam bisa turun cukup jauh sampai rerumputan membeku putih di pagi hari. Di Indonesia, fenomena bun upas (embun beku) ini hanya terjadi di Dieng dan puncak gunung tinggi. Kalau kamu penasaran seperti apa rasanya melihat embun beku tanpa harus terbang ke mana-mana, ini tempatnya.

Soal langit malam — karena jauh dari kota, Dieng cukup gelap untuk melihat bintang dengan mata telanjang. Bagi yang mau serius foto milky way, ini masuk hitungan spot terbaik di Jawa.

Di luar alam, kawasan ini juga punya Kompleks Candi Arjuna, tradisi Ruwatan Rambut Gembel, dan desa-desa dengan adat Jawa kuno yang masih berjalan.

Baca juga: Perbedaan Glamping dan Camping: Pilih Pengalaman Liburanmu


Rekomendasi Glamping di Dieng 2026

1. Dieng Eco Camp

Ini yang paling banyak direkomendasikan untuk kunjungan pertama ke Dieng. Prinsipnya eco-luxury: fasilitas yang nyaman, tapi tidak asal comot material dari alam sekitar.

Fasilitas:

  • Tenda dome premium yang sudah terpasang
  • Kasur dengan bantal dan selimut tebal
  • Pemanas ruangan di dalam tenda
  • Kamar mandi semi-privat
  • Sarapan lokal tersedia
  • Area api unggun bersama

Aktivitas:

  • Sunrise dan lautan awan dari area camp
  • Trekking ringan ke spot-spot Dieng terdekat
  • Stargazing malam hari

Harga: Rp250.000–Rp450.000 per orang per malam (termasuk sarapan)
Lokasi: Area Dieng Kulon, Wonosobo
Catatan: Kapasitas terbatas — reservasi jauh-jauh hari.


2. Glamping Bukit Sikunir

Lokasinya dekat Bukit Sikunir, spot sunrise yang paling populer di Dieng. Keunggulannya praktis: kamu bangun pagi, hiking singkat ke puncak, kembali ke camp untuk sarapan, dan tidak ada logistik yang perlu diurus.

Fasilitas:

  • Tenda canvas berkualitas dengan kasur empuk
  • Selimut dan sleeping bag cadangan
  • Toilet dan shower tersedia
  • Pemandangan langsung ke arah Gunung Sindoro-Sumbing
  • Paket morning hike ke Sikunir tersedia

Harga: Rp200.000–Rp350.000 per orang
Waktu terbaik: Mei–Oktober (musim kemarau)

Baca juga: Bikin Pikiran Adem. Ini 6 Spot Glamping di Bogor dengan View Gunung


3. Homestay Glamping Desa Sembungan

Desa Sembungan adalah desa tertinggi di Pulau Jawa, sekitar 2.300 mdpl. Beberapa warga lokal sekarang membuka penginapan glamping bergaya homestay. Kamu tidur di tenda atau bangunan kayu semi-permanen, makan masakan lokal seperti mie ongklok dan kentang goreng khas Dieng, dan warga setempat bisa jadi guide informal selama kamu di sana.

Ini pilihan yang paling jauh dari glamping komersial — dan untuk sebagian orang, justru itu daya tariknya.

Harga: Rp150.000–Rp250.000 per orang
Cara booking: Lewat pengelola desa wisata Sembungan atau platform wisata lokal


4. Prau Summit Camp

Source: Unsplash

Perlu jujur soal ini: ada pendakian 2–3 jam sebelum kamu sampai ke campnya. Tapi tentu saja tenda sudah didirikan di titik terbaik puncak Prau — ketinggian 2.590 mdpl — jadi setibanya di atas, tidak ada lagi yang perlu diurus selain nikmati pemandangan 360° ke Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, dan Ungaran sekaligus.

Yang kamu dapat:

  • Tenda dome sudah terpasang di lokasi terbaik puncak Prau
  • Sleeping bag untuk suhu dingin (bisa turun hingga -3°C)
  • Pemandangan 360° ke deretan gunung Jawa
  • Pemandu lokal selama perjalanan

Harga: Rp400.000–Rp650.000 per orang (termasuk pemandu dan perlengkapan)
Catatan: Perlu kondisi fisik yang cukup baik. Lebih cocok untuk yang sudah pernah mendaki sebelumnya.


Tips Glamping di Dieng

Pakaian — ini kritis

Suhu malam Dieng bisa turun sampai 5–10°C, kadang lebih rendah. Meskipun selimut biasanya disediakan, pakaian berlapis tetap penting:

  • Layer pertama: kaos berbahan thermal
  • Layer kedua: sweater atau fleece
  • Layer ketiga: jaket windbreaker atau jaket outdoor
  • Kaos kaki tebal, sarung tangan, dan kupluk untuk malam hari

Waktu terbaik

  • April–Juni: Udara lebih lembab, pemandangan hijau, tapi awan lebih sering tutupi view pagi
  • Juli–September: Puncak musim kemarau, kemungkinan embun beku paling tinggi, langit paling cerah
  • Oktober–Maret: Musim hujan — glamping masih bisa, tapi pilih spot yang punya shelter memadai

Bawa kamera yang siap kondisi low light

Momen terbaik di Dieng ada di golden hour sore, sunrise pagi, dan malam berbintang — semuanya kondisi cahaya rendah. Tripod kecil sangat membantu untuk foto bintang yang tajam.

Coba kuliner lokalnya

  • Mie Ongklok: mie khas Wonosobo dengan kuah kental dari kanji, disajikan dengan sate ayam
  • Kentang Dieng: kentang kecil lokal yang digoreng dengan bumbu khas, gurih
  • Purwaceng: minuman herbal khas Dieng yang menghangatkan, populer di kalangan pendaki
  • Carica: buah dataran tinggi Dieng, biasanya dalam sirup — segar dan tidak terlalu manis

Estimasi Budget Glamping di Dieng (2 Hari 1 Malam, Per Orang)

KomponenBudget (Estimasi)
Glamping (menginap)Rp200.000 – Rp450.000
Tiket masuk kawasan DiengRp20.000 – Rp30.000
Makan (3x per hari)Rp75.000 – Rp150.000
Transportasi (dari Wonosobo)Rp30.000 – Rp100.000
Aktivitas tambahanRp25.000 – Rp100.000
Total estimasiRp350.000 – Rp830.000

Dieng memang bukan destinasi yang cocok dikunjungi setengah-setengah. Datang terlalu siang, kamu ketinggalan lautan awan pagi. Pulang terlalu cepat, kamu tidak sempat lihat langit malamnya. Glamping punya keuntungan di sini — kamu tidur di sana, jadi tidak ada yang terlewat.

Baca juga: 7 Spot Stargazing Terbaik di Indonesia Untuk Menikmati Langit Malam