Skip to content

5 Spot Glamping Terbaik di Lombok yang Lagi Hits – 2026

Lombok lebih dari sekadar pantai — dan traveler yang sudah ke sana dua kali biasanya tahu itu. Di beberapa tahun terakhir pilihan glamping di sana berkembang cukup cepat, dari tenda dome di kaki Rinjani sampai camp tepi laut di kawasan Mandalika.

Ini 5 spot yang paling banyak direkomendasikan;

1. Glamping Rinjani View, Sembalun

Source: Unsplash

Lembah Sembalun adalah titik paling dekat kamu bisa tidur dengan pemandangan langsung ke dinding Gunung Rinjani. Dari beberapa spot glamping di kawasan ini, Rinjani View paling sering masuk rekomendasi — posisi campnya memang susah disaingi.

Di pagi hari yang cerah, siluet Rinjani terlihat tajam tepat dari dalam tenda.
Fasilitas:

  • Tenda dome dengan kasur queen size
  • Selimut tebal (suhu malam di Sembalun bisa turun sampai 15–18°C, ini bukan lebay)
  • Kamar mandi privat dengan air hangat
  • Sarapan lokal — nasi campur atau bubur khas Sasak
  • Area api unggun

Aktivitas sekitar: Trekking ringan di lembah, agrowisata ladang stroberi dan bawang merah, tur desa masyarakat Sasak.

Harga: Rp350.000–Rp600.000 per orang per malam
Waktu terbaik: Mei–Oktober
Jarak dari Mataram: ±2,5 jam berkendara

Baca juga: Panduan Glamping untuk Pemula: Apa yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat


2. Mandalika Glamping Beach, Kuta Lombok

Source: Unsplash

Konsepnya sederhana: tenda menghadap laut, suara ombak sepanjang malam.

Bukan soal fasilitasnya yang luar biasa — tapi soal posisi. Pagi dapat sunrise, sore dapat sunset, dan tidak perlu kemana-mana untuk keduanya. Tidak banyak penginapan di Indonesia yang bisa kasih kombinasi itu di harga segini.

Fasilitas:

  • Tenda safari atau dome menghadap laut
  • Kasur dan linen yang layak
  • Kamar mandi bersama yang bersih
  • Restoran dengan menu seafood
  • Penyewaan snorkel dan surfboard
  • Hammock di tepi pantai

Harga: Rp300.000–Rp500.000 per orang
Lokasi: Kawasan Kuta Mandalika, Lombok Tengah


3. Senaru Forest Glamping, Kaki Rinjani

Senaru dikenal sebagai pintu masuk jalur pendakian Rinjani dan lokasi Air Terjun Sendang Gile. Tapi beberapa operator wisata di sini sekarang sudah punya glamping di dalam hutannya — dan ini karakter yang benar-benar berbeda dari dua spot sebelumnya.

Kamu tidak akan lihat gunung atau laut dari sini. Yang ada: hutan rimbun, suara burung dari pagi, serangga malam yang konstan, dan sinyal HP yang tipis. Sebagian orang merasa terganggu. Sebagian lainnya justru itu yang mereka cari.

Fasilitas:

  • Tenda atau treehouse semi-permanen di dalam hutan
  • Hammock dan area relaksasi outdoor
  • Paket trekking ke Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep
  • Makan malam dengan menu lokal
  • Stargazing malam hari (polusi cahaya minim)

Air Terjun Sendang Gile bisa dicapai ±30 menit jalan kaki dari area camp.

Harga: Rp280.000–Rp450.000 per orang


4. Gili Meno Eco Glamping

Source: Unsplash

Di antara tiga Gili, Meno adalah yang paling sepi. Gili Trawangan penuh bar dan turis yang baru tidur jam 4 pagi. Gili Air sudah lebih tenang tapi masih ramai di musim liburan. Meno beda — di sana kamu betul-betul bisa tidak ketemu siapa-siapa di pagi hari.

Baca juga: Eco Camping di Indonesia: Panduan Berkemah Ramah Lingkungan untuk Pemula

Eco Glamping di Gili Meno pakai panel surya, sistem pengelolaan air yang efisien, dan material ramah lingkungan. Bukan sekadar label — ini terasa di cara mereka beroperasi, termasuk menu sarapan yang lokalnya konsisten.

Fasilitas:

  • Bungalow glamping semi-permanen dengan ventilasi alami
  • Kasur premium dengan kelambu
  • Kamar mandi outdoor privat
  • Sarapan lokal organik
  • Snorkeling gear untuk tamu
  • Area meditasi dan yoga di tepi laut

Penyu cukup sering muncul di perairan sekitar Gili Meno, terutama pagi hari waktu snorkeling. Bukan jaminan, tapi cukup sering untuk disebut bonus yang nyata.

Harga: Rp450.000–Rp750.000 per orang (sudah termasuk biaya boat ke Gili Meno)
Akses: Fast boat dari Bangsal atau Teluk Nare, ±15 menit


5. Bukit Merese Glamping Camp, Kuta

Source: Unsplash

Bukit Merese adalah padang savana yang berbatasan langsung dengan laut — salah satu spot foto paling populer di Lombok. Glamping di sini artinya tidur di atas bukit dengan pemandangan hampir 180 derajat ke arah laut dan teluk.

Tapi perlu jujur: ini bukan pilihan terbaik kalau kamu prioritaskan kenyamanan fasilitas. AC tidak ada. Kamar mandi dalam tidak ada. Yang ada adalah golden hour yang dramatis, langit malam yang penuh bintang, dan jalur singkat ke puncak bukit yang bisa kamu capai dalam 20 menit. Kalau itu cukup — spot ini sempurna.

Fasilitas:

  • Bubble tent (transparan, untuk tidur sambil melihat bintang)
  • Tenda dome standar dengan pemandangan bukit dan laut
  • Area api unggun
  • Hammock di titik terbaik sunrise dan sunset
  • Jalur pendek ke puncak Bukit Merese (±20 menit dari camp)

Harga: Rp350.000–Rp600.000 per orang
Lokasi: Area Kuta–Mandalika


Tips Glamping di Lombok: Biar Gak Zonk

Booking jauh-jauh hari
Untuk long weekend — khususnya sekitar Kenaikan Isa Almasih atau Waisak di Mei — glamping spot yang bagus biasanya habis 2–3 minggu sebelumnya. Jangan tunggu H-3.

Cek musim dulu

  • Pantai dan Mandalika: April–Oktober lebih ideal, laut lebih tenang
  • Sembalun dan Senaru: Mei–September, risiko hujan lebih kecil
  • Gili: hindari Desember–Februari, ombak besar dan jadwal boat sering tidak jalan

Bawa cash yang cukup
Beberapa spot di lokasi terpencil belum menerima QRIS atau kartu. Ambil cash di Mataram dulu sebelum berangkat ke lokasi.

Soal budaya
Lombok adalah pulau dengan mayoritas penduduk Muslim. Berpakaian sopan di luar area pantai dan perhatikan waktu sholat — ini standar dasar yang membuat perjalanan kamu jauh lebih mulus.


Perbandingan Singkat

SpotKeunggulanHarga/orang (estimasi)Cocok untuk
Rinjani View SembalunView Rinjani paling dekatRp350k–600kNature lover, fotografer
Mandalika BeachPosisi tepi pantai, sunrise-sunsetRp300k–500kPasangan, solo traveler
Senaru ForestHutan tropis, dekat air terjunRp280k–450kPencari ketenangan
Gili Meno EcoPaling sepi, snorkeling bagusRp450k–750kEco traveler, pasangan
Bukit MeresePanorama bukit-laut 180°Rp350k–600kFotografer, konten kreator

Kalau bingung harus mulai dari mana, Sembalun adalah pilihan yang paling sering tidak mengecewakan first-timer. View Rinjani di pagi hari itu sesuatu yang memang perlu dilihat langsung — foto tidak pernah cukup menggambarkannya.

Baca juga: Wisata Alam di Lombok yang Lagi Viral: Dari Bukit hingga Pantai Tersembunyi